oleh

Bledug Lumpur, Festival Lumpur Pertama di Indonesia

-WISATA-466 views

Bledug Kuwu Layak Diangkat ke Tingkat Internasional

Salah satu ikon wisata ternama di Kabupaten Grobogan, Bledug Kuwu, akan dijadikan pusat kegiatan Festival Bledug Lumpur, Kamis-Sabtu (21-23/12/2018) mendatang. Kegiatan itu disebut-sebut sebagai kegiatan kali pertama di Kabupaten Grobogan pada khususnya dan Indonesia pada umumnya.

Festival Bledug Lumpur ini digagas oleh anak-anak muda dari Kabupaten Grobogan yang mencintai potensi wisata di Kabupaten Grobogan. Mereka membentuk kepanitiaan dengan nama Panitia Bledug Lumpur yang diketuai Pujiyanto.

Menurut Iyant, sapaan akrab Pujiyanto, kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengangkat potensi wisata di Kabupaten Grobogan, khususnya di Bledug Kuwu. Menurut dia, Bledug Kuwu layak diangkat ke tingkat Internasional.

Festival Bledug Lumpur
festival Bledug Lumpur. capt: persiapan festival sudah 90 persen.

“Kami panitia dari Festival Bledug Lumpur mengadakan kegiatan ini tujuan utamanya untuk mengangkat wisata Bledug Kuwu ke level yang lebih tinggi. Bisa dikenal lebih luas dan lebih mendunia,” tutur Iyant.

Selain itu, festival Bledug Lumpur ini juga terinspirasi dengan kegiatan tahunan Korea Selatan, yakni festival Buryeong yang diadakan setiap musim panas. Bedanya, jika di Korsel mengambil lokasi di dekat pantai, berbeda dengan di Kabupaten Grobogan. Lumpur yang dipergunakan merupakan lumpur asli yang dikeluarkan dari Bledug Kuwu.

“Selain mengangkat potensi wisata di mata dunia, kami juga ingin memperkenalkan bahwa lumpur yang berasal dari semburan gas Bledug Kuwu mengandung air garam yang tidak ada di daerah lain. Ini ‘kan sebenarnya juga langka,” tutur Iyant, di sela-sela persiapan kegiatan tersebut.

Mud Warrior

Kalita, mantan Duta Wisata 2017 Kabupaten Grobogan, yang ikut menjadi panitia dalam kegiatan ini menuturkan, setelah terinspirasi dari festival Buryeong ini, ide tersebut dikembangkan menjadi beberapa kegiatan. “Dari situ inspirasinya berkembang. Di festival ini nanti kami akan mengadakan ekspo serta berbagai lomba menarik. Sementara untuk festival lumpurnya sendiri kita namakan Mud Warrior,” ungkap Kalita.

Saat grobogannews.com melihat langsung di lokasi, persiapan panitia dilakukan secara maksimal. Iyant menyebut sementara persiapan sudah 90 persen. “Sisanya menuju ke pelaksanaan. Mudah-mudahan dilancarkan,” tutur Iyant.

Kegiatan ini akan dimulai dengan lomba desain batik pada Kamis (21/12/2018) kemudian dilanjutkan pembukaan Festival Bledug Lumpur, Jumat (22/12/2018) yang rencananya akan dibuka Bupati Grobogan Hj Sri Sumarni. Berbagai lomba lain juga diadakan dalam kegiatan tersebut yakni lomba festival band, festival manjer layangan, penerbangan lampion dan penampilan kolaborsi keroncong, pop, dan rock.

“Nantinya kolaborasi tersebut akan dibawakan oleh band asli dari Kabupaten Grobogan,” pungkas Kalita. (Hana)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Post Terbaru