oleh

Enam Bangunan Bantaran Kali Dibongkar Paksa

-HUKUM-1.494 views

Setelah memberikan peringatan sebanyak tiga kali, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juwana melakukan pembongkaran paksa terhadap enam bangunan yang berdiri di atas bantaran sungai irigasi Bendung Sedadi, Kecamatan Penawangan, Kabupaten Grobogan, Rabu (19/12/2018).

Pembongkaran ini dilatarbelakangi para pemilik bangunan yang tidak mengindahkan batas waktu pembongkaran yang sudah ditetapkan BBWS Pemali Juwana melalui surat peringatan hingga ketiga kalinya. Hal tersebut diungkapkan langsung Kasubbag Pengelolaan Barang BBWS Pemali Juwana, Arianto.

 

“Para pemilik bangunan sebelumnya sudah diberikan surat peringatan. Yakni peringatan pertama, kedua dan ketiga. Kemudian, pemilik bangunan juga masih diberi batasan waktu melakukan pembongkaran secara mandiri selama sepuluh hari. Ternyata, pantauan kami, masih ada enam pemilik bangunan yang tidak mengindahkan surat peringatan itu. Dan, hari ini kami terpaksa melakukan pembongkaran paksa,” katanya kepada wartawan.

Satu per satu bangunan liar tersebut dirobohkan dengan alat berat yang didatangkan langsung dari Semarang. Arianto mengungkapkan, semua bangunan ini rata-rata tidak mempunyai izin. Data yang ada, lanjut dia, ada sekitar 103 bangunan liar yang berdiri di atas bantaran sungai irigasi itu.  Pihaknya juga tidak akan memberikan bentuk ganti rugi atau ganti untung kepada para pemilik bangunan.

 

“Bangunan-bangunan ini memang tidak memiliki izin dan melanggar ketentuan yang berlaku. Sebab, bangunan-bangunan tersebut berdiri di atas aset milik negara. Jadi, tidak ada ganti rugi atau ganti untung dari proses penertiban yang kita lakukan saat ini,” tutur Arianto.

Disamping dalam rangka penertiban area sungai irigasi yang terletak di kompleks Bendung Sedadi ini, hal ini juga dilakukan sebagai dukungan program kedaulatan pangan yang digencarkan pemerintah.

“Tanpa adanya bangunan yang berdiri di atas bantaran sungai irigasi Bendung Sedadi ini, fungsi pengairan diharapkan dapat meningkat. Kami tertibkan agar fungsi irigasi semakin maksimal mengairi areal persawahan,” pungkas Arianto.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru