oleh

Jelang Tahun Baru, Empat Tersangka Pemalsu BPKB Digelandang Polres

Menjelang pergantian tahun, Polres Grobogan berhasil meringkus empat tersangka komplotan pemalsu Bukti Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB). Tiga tersangka diantaranya merupakan warga Kecamatan Sumber, Kabupaten Rembang.

Kronologi bermula ketika petugas dari sebuah koperasi ternama di Jalan Diponegoro, Kelurahan Danyang, Kecamatan Purwodadi curiga atas BPKB yang dipergunakan seorang tersangka yakni Siti Chotijah, warga Desa Bandungsari, Kecamatan Ngaringan. BPKB dengan nopol K 9028 AL yang dipergunakannya untuk meminjam uang senilai Rp 10 juta di koperasi tersebut.

Atas kecurigaan tersebut, pihak koperasi langsung melaporkan ke Polres Grobogan untuk dilakukan pemeriksaan lanjut. Dari pemeriksaan dinyatakan benar bahwa BPKB tersebut memang palsu. Petugas Sat Reskrim Polres Grobogan langsung meminta keterangan dari tersangka Siti. Dari hasil pengembangan, tiga orang asal Rembang yakni Abu Ndorin, Wahyu Pramono, dan Sugiyanto melakukan tindakan pembuatan BPKB palsu tersebut.

Pemalsuan BPKB

Petugas Sat Reskrim Polres Grobogan bersama Subdit Jatanras III Krimum Polda Jateng lalu melakukan penangkapan ketiga tersangka di rumah masing-masing. Saat dilakukan penangkapan, para tersangka mengakui perbuatannya. Ada 25 BPKB palsu yang berhasil disita petugas dari tangan tersangka.

Kapolres Grobogan AKBP Choiron El Atiq dalam gelar perkara yang diselenggarakan Senin (31/12/2018) di Mapolres Grobogan mengatakan, para pelaku membuat BPKB palsu mirip dengan BPKB aslinya. Yakni terdapat hologram di dalamnya.

“Untuk membuat BPKB palsu ini saya membeli BPKB yang sudah tidak terpakai lagi. Kemudian, saya daur ulang jadi BPKB palsu,” aku tersangka Sugiyanto.

Selain untuk kepentingan dirinya sendiri, para tersangka juga menjual BPKB palsu tersebut dengan harga Rp 1,8 juta untuk BPKB yang sama yakni BPKB motor dan mobil.

Sebanyak empat KSP di Kota Purwodadi dirugikan atas ulah para tersangka ini. Tak hanya di Kabupaten Grobogan saja. Para tersangka juga mengaku BPKB palsu “buatan” mereka ini juga dipergunakan sebagai agunan di sejumlah koperasi lintas eks Karesidenan Pati yakni di Kabupaten Jepara, Kabupaten Kudus, Kabupaten Pati, serta Kabupaten Rembang.

Kini, malam tahun baru 2018 ditutup para tersangka dengan menghuni hotel “prodeo”. Keempatnya dijerat dengan pasal 263 ayat (1) dan (2) dengan ancaman hukuman maksimal enam tahun penjara. (Hana)

Komentar

Berita Terbaru