oleh

Kisah Penobatan “Dewi Sri” di Kompleks Candi Joglo

-WISATA-112 views

Inspirasi Filosofi Cerita Masa Lalu Menjadi

Beberapa waktu lalu, tepatnya Kamis (29/11/2018), suasana kompleks Candi Joglo Purwodadi berbeda dari hari-hari biasanya. Meskipun di hari-hari biasa tempat wisata edukasi yang berada di Desa Krangganharjo, Kecamatan Toroh ini ramai dikunjungi masyarakat. Namun, hari itu, ratusan masyarakat hadir untuk melihat langsung peresmian Candi Joglo Purwodadi oleh Bupati Grobogan, Sri Sumarni.

Sri Sumarni yang datang didampingi jajaran Forkopimda Grobogan dan beberapa kepala OPD Kabupaten Grobogan ini disambut Muhadi, pemilik sekaligus pengelola Candi Joglo Purwodadi. Bupati terlihat mengenakan mahkota di atas kepala yang diberikan pengelola sebelum masuk ke lokasi peresmian dan disambut tari-tarian yang dimainkan para penari dari sanggar milik yayasan Candi Joglo Purwodadi.

Tak hanya meresmikan tepat wisata tersebut. Bupati Sri Sumarni juga dinobatkan menjadi “Dewi Sri Kabupaten Grobogan.” Muhadi mengatakan, penobatan Sri Sumarni sebagai Dewi Sri Kabupaten Grobogan ini didasari filosofi cerita masa lalu tentang Kerajaan Majapahit dan Mataram serta kisah Nawang Wulan, istri Ki Ageng Jaka Tarub.

Dalam penjelasannya, Muhadi memaparkan sejarah kehidupan Grobogan terjadi ketika menjadu lumbung bagi Kerajaan Majapahit dan Mataram yang menjadi filosofi Dewi Nawang Wulan, istri Ki Ageng Tarub sebagai titisan Dewi Sri yang turun ke Kabupaten Grobogan.

“Dewi Nawang Wulan telah mengajarkan bagaimana bercocok tanam kepada para petani di Kabupaten Grobogan. Sehingga di Candi Joglo ini kita membangkitkan kembali kesadaran masyarakat tentang kejayaan Kabupaten Grobogan dengan simbol Lumpang dan Alu yang merupakan Spirit of Human. Kita gaungkan ke dunia Internasional lewat penobatan Bupati Grobogan sebagai Dewi Ketahanan Pangan Nusantara di Kabupaten Grobogan,” kata Muhadi, saat ditemui grobogannews.com.

Secara simbolis, tambah Muhadi, nama Bupati Grobogan yaitu Sri Sumarni juga menjadi inspirasi bagi para pengelola Candi Joglo yang kemudian dinobatkan menjadi sosok Dewi Sri Kabupaten Grobogan. “Dalam sejarah Grobogan, baru pertama ada Bupati yang dijabat seorang wanita dan secara simbolis nama beliau menjadi inspirasi kami menobatkan sebagai Dewi Sri-nya Kabupaten Grobogan dengan prosesi penobatan,” tambah Muhadi.

Sementara itu, Bupati Sri Sumarni dalam sambutannya berharap pengelola Candi Joglo juga terus memelihara dan menjaga warisan seni budaya. “Dan menjadikan Candi joglo ini sebagai wisata Ilmu Pengetahuan atau edukasi di Kabupaten Grobogan, yang dapat menjadi magnet atau daya tarik wisatawan. Sehingga akhirnya dapat memberikan nilai tambah, serta dapat berkontribusi positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Desa Krangganharjo pada khususnya serta masyarakat Kabupaten Grobogan pada umumnya,” kata Sri Sumarni.

Tak hanya itu, Sri Sumarni juga meminta agar Candi Joglo sebagai rumah seni budaya nusantara dapat terus berkreasi dan berinovasi juga memiliki daya saing untuk berperan aktif dalam pengembangan sektor pariwisata melalui strategi promosi. “Strategi promosi dengan membuat beragam event, melakukan pengembangan destinasi, dan meningkatkan kemitraan sehingga mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisata di Kabupaten Grobogan,” pungkasnya.

Tentang Penulis: Hana

Penulis yang independen yang sangat mengedepankan informasi yang akurat untuk memberikan edukasi yang baik dan benar kepada mayarakat luas

Komentar

Post Terbaru