oleh

Kunci Kontak Masih Nempel, Motor Dwi Hampir Lenyap!

-HUKUM-2.239 views

Tersangka Pasutri Muda Asal Semarang

Sepasang suami istri asal Semarang yang nekat hendak melakukan pencurian sepeda motor di Desa Mojoagung, Kecamatan Karangrayung, Selasa (5/12/2018). Aksi tersebut gagal dilakukan karena ketahuan sang pemilik motor. Akibatnya, keduanya dibawa ke Polsek setempat untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Dari informasi yang disebutkan, kedua pelaku bernama Ricky (19) dan Nisa (23). Keduanya mengaku tinggal di Kelurahan Bangetayu Wetan, Kecamatan Genuk, Kota Semarang. Kedua pasang berbeda usia empat tahun ini melakukan aksinya sekitar pukul 09.00 WIB di rumah seorang Perangkat Desa Mojoagung, Dwi Sucipto (32).

Pagi itu, Dwi hendak mengenakan sepatunya di dalam rumah. Namun, ia merasakan keanehan ketika melihat kondisi teras rumahnya kosong. Sebelumnya, di teras tersebut sebuah motor jenis sport bernopol K 2167 JJ diparkirkan di tempat yang sama.

Curiga ada sesuatu yang aneh, Dwi langsung keluar rumah. Ia melihat pelaku pria sudah menaiki sepeda motornya. Namun, mesin belum sempat dinyalakan. Dalam kondisi tersebut, Dwi langsung menghampiri pelaku.

Kunci Kontak Masih Nempel, Motor Dwi Hampir Lenyap!

“Saat ditanyai, pelaku menjawab berbelit-belit. Ia langsung turun dari motor saya dan berjalan ke arah seorang perempuan,” kata Dwi Sucipto.

Perempuan yang dimaksud adalah Nisa yang tak lain istri Ricky. Rupanya, Nisa telah menanti suaminya di atas motor bebek bernopol H 6308 KP. Sesaat kemudian, Dwi memanggil tetangga kanan kirinya untuk mengamankan kedua pelaku agar tidak kabur. Sementara Dwi melaporkan kejadian yang menimpanya ke Polsek Karangrayung.

Berdasarkan informasi dari korban, petugas Polsek Karangrayung langsung menuju ke lokasi dan mengamankan keduanya. Hal itu dibenarkan Kapolsek Karangrayung, AKP Sukardi.

“Dari hasil pemeriksaan, pelaku membawa kendaraan korban karena kunci kontaknya masih terpasang. Kedua pekaku berikut barang bukti sepeda motor sudah kami amankan di Mapolsek Karangrayung. Pelaku akan kita jerat pasal 363 KUHP,” kata AKP Sukardi.

Komentar

Berita Terbaru