oleh

Pohon Natal Dari Aneka Buah di GKJ Purwodadi

Untuk Melengkapi Sajian Perjamuan Kasih

Momentum Natal setiap tahunnya terdapat keunikan. Tidak terkecuali di GKJ Purwodadi. Di gereja yang berlokasi di jalan P Tendean tersebut telah disiapkan pohon natal yang terbuat dari buah-buahan. Gunungan tersebut sengaja dibuat selain menjadi hiasan natal juga menjadi sajian buah-buahan pelengkap nasi dan sayur yang disajikan dalam perjamuan kasih usai kebaktian Natal.

Pdt Tyas Legowo merupakan orang yang ikut mendukung ide pembuatan gunungan pohon natal berupa buah-buahan. Menurutnya, pembuatan gunungan berbahan aneka buah ini didapatkan untuk melengkapi sajian perjamuan kasih.

“Muncul ide pohon natal yang terbuat dari buah-buahan dibentuk seperti gunungan untuk Natal 2018 ini. Selama ini, saat perjamuan kasih Natal, menu yang disajikan tanpa sajian buah-buahan. Maka kita tambahkan sajian buah-buahan yang diletakkan pada gunungan dan akhirnya menjadi pohon natal,” kata Pdt Tyas, sapaan akrabnya.

Sebelum disajikan kepada jemaat GKJ Purwodadi dan masyarakat setempat, dalam kebaktian natal, gunungan tersebut disucikan oleh Pdt Pudja atau yang akrab disapa Ki Atma. Gunungan ini didoakan bersamaan dengan sajian makanan lainnya. Usai disucikan, pohon natal berupa gunungan ini diarak ke halaman gereja.

Setelah ibadah penutup, kurang lebih 1000 jemaat keluar dari gereja dan langsung meraih buah-buahan dari gunungan tersebut. Praktis, buah-buahan tersebut cepat habis dibandingkan menu makanan utama.

Perjamuan kasih ini, kata Pdt Tyas, sudah lama menjadi agenda sejak lima tahun terakhir setiap usai kebaktian Natal. GKJ Purwodadi mengajak para jemaatnya serta masyarakat umum di sekitar mereka yang mau ikut makan bersama dalam perjamuan kasih tersebut.

“Makan bersama merupakan lambang berbagi hidup. Tanpa makanan orang tidak bisa hidup. Sumber hidup sejati tentunya Tuhan Sang Pencipta. Wujud percaya pada pemeliharaanNya adalah mau berbagi hidup dan berbagi makan dengan siapa saja untuk semakin tumbuh kenbangkan persaudaraan sejati,” ungkap suami dari Diana ini.

Nuansa tradisional Jawa ikut meramaikan kebaktian Natal ini. Dimulai dari liturgis kebaktian berbahasa Jawa, penggunaan busana beskap Jawa oleh Pdt Pudja hingga alunan musik gamelan yang mengiringi persembahan pujian jemaat.

Acara berlangsung lancar. Tampak petugas keamanan dari TNI dan Polri ikut mengamankan jalannya ibadah tersebut dari awal sampai akhir.

Komentar

Berita Terbaru