oleh

Ratusan Rumah Diterjang Banjir Bandang

-PERISTIWA-758 views

Hujan Deras Sejak Sore

Beberapa waktu lalu, tepatnya Minggu (2/12/2018) malam, hujan deras mengguyur sejumlah area di Kabupaten Grobogan. Salah satunya di Kecamatan Grobogan.

Lima desa terendam banjir yakni Desa Lebak, Lebengjumuk, Tanggungharjo, Putatsari, dan Kelurahan Grobogan. Ratusan rumah warga tergenang banjir dengan ketinggian 40-70 centimeter.

Begitu juga beberapa perkantoran yang berdiri di Kecamatan Grobogan juga tidak luput dari rendaman banjir. Selain itu beberapa sekolah juga terpaksa menunda Ujian Tengah Semester pada Senin (3/12/2018) karena sekolah mereka terendam banjir. Seperti di SDN 1 Grobogan. Hari itu, para siswa beserta guru membersihkan ruangan kelas mereka yang sehari-harinya dipergunakan untuk kegiatan belajar-mengajar.

Ratusan Rumah Diterjang Banjir

Beberapa warga di Kelurahan Grobogan juga disibukkan dengan memindah berbagai macam barang-barang penting mereka ke tempat yang lebih tinggi. Seperti yang dilakukan Wahyudi, warga Ketapang. Ia bersama keluarganya bahu-membahu memindahkan kursi, meja serta kasur ke tempat yang paling aman.

“Setiap hujan turun, tempat tinggal kami sering langganan banjir. Makanya, begitu hujan deras tapi nggak berhenti-berhenti, saya langsung memindahkan barang-barang,” katanya.

Akibat hujan ini, ratusan rumah warga terendam banjir. Beruntung, kesigapan para petugas gabungan dari kepolisian, TNI maupun PMI Kabupaten Grobogan membantu warga yang rumahnya banjir.

Hujan deras yang mengguyur sejak pukul 19.00-23.00 WIB ini juga dikeluhkan masyarakat pengguna jalur Jalan Raya Purwodadi-Pati. Pasalnya, akses jalur dari dan menuju Pati terendam banjir. Terutama di pertigaan Ketapang, Kelurahan Grobogan. Akibatnya, kemacetan terjadi di wilayah tersebut. Beberapa pengendara juga memilih beralih ke jalur lain yang lebih jauh. Terlihat juga pengendara yang kendaraannya macet.

Ratusan Rumah Diterjang Banjir

“Saya mau pulang ke Jatipohon. Tetapi ternyata nggak bisa saya teruskan karena motornya macet. Tidak bisa distarter, mungkin mesinnya kemasukan air,” kata Doni, warga Jatipohon.

Banjir yang kerap terjadi di wilayah Kecamatan Grobogan ini bukan persoalan baru. Pasalnya, di daerah ini setiap hujan turun deras, terkena dampak banjir dengan ketinggian 40-70 centimeter. Warga setempat berharap Pemerintah Kabupaten Grobogan untuk dapat melakukan antisipasi saat musim hujan. Terutama di wilayah tempat tinggal mereka.

“Saya berharap pemerintah melakukan antisipasi sebelum masuk musim hujan supaya kami tidak mengalami kebanjiran seperti ini lagi,” kata Galih, warga Grobogan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru