oleh

Tewas Tenggelam di Sungai Serang

Bermaksud Pasang Branjang

Seorang nelayan asal Desa Medini RT 06 RW 01 Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus ditemukan tidak bernyawa dan tenggelam di Sungai Serang yang berada di Dusun Satreyan, Desa Rambat, Kecamatan Geyer, Kabupaten Grobogan, Jumat (14/12/2018) pagi. Korban yang diketahui bernama Sutrimo ini tenggelam saat memasang branjang (alat penangkap ikan/jaring) di tengah sungai tersebut bersama tiga kawannya.

Kronologi bermula ketika korban Sutrimo bersama Sarah (43), Nur Sholeh (56) dan Suroso (55) berangkat dari Medini menuju ke Geyer pukul 06.00 WIB. Sekitar pukul 08.00 WIB, keempatnya sampai di tepian sungai Serang dan langsung berjalan menyusuri tepian sungai hingga ke tengah sungai dengan jarak sekitar 100 meter untuk memasang branjang tersebut.

Korban merasa jaring tersebut tidak kuat ditarik lagi, lalu ia berenang menuju seberang sungai. Nahas, aliran sungai saat itu dalam kondisi deras dan diduga korban tidak kuat, akhirnya terseret air hingga beberapa meter.

Mengetahui Sutrimo terseret air, keempat temannya dibantu warga setempat yang memiliki perahu langsung menyelam ke dasar sungai. Korban pun ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa. Keempat teman korban tersebut langsung melaporkannya ke Polsek Geyer.

Kapolsek Geyer AKP Sunaryo membenarkan kejadian ini. Setelah mendapatkan informasi dari masyarakat, anggota Polsek Geyer bersama Tim Inafis Polres Grobogan serta Tim medis dari Puskesmas I Geyer langsung menuju ke TKP untuk melakukan pemeriksaan.

“Benar telah terjadi adanya orang tenggelam di Sungai Serang, ikut Dusun Satreyan, Desa Rambat, Kecamatan Geyer. Korban bernama Sutrimo, warga Desa Medini RT 06 RW 01 Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus. Korban tenggelam setelah berusaha berenang ke seberang sungai. Diduga tidak kuat dengan arus sungai, korban tenggelam,” jelas AKP Sunaryo.

Dijelaskan juga, saat ditemukan korban menggunakan celana kolor warna biru dongker dan kaos berkerah lengan panjang warna biru. Korban juga diketahui memiliki tinggi 163 cm dengan perawakan sedang dan kulit sawo matang serta rambut lurus. “Tidak ada tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban,” imbuh AKP Sunaryo. (Hana)

 

Komentar

Berita Terbaru