oleh

Diduga Rebutan Warisan, Kakek Ini Dibacok Sang Adik

-HUKUM-638 views

Dimulai Dari Perang Mulut

Orang tua meninggalkan warisan bukan untuk mengajarkan anak-anaknya saling bermusuhan, tetapi sudah dibagikan secara adil dan merata untuk kelangsungan hidup mereka. Namun, hal itu tidak diilhami penuh oleh Wadiyo (64) warga Dusun Beketro 01 RW 01 Desa Telawah, Kecamatan Karangrayung. Hanya karena masalah tanah warisan, ia tega membacok kakak kandungnya hingga tewas. Kejadian ini terjadi Minggu (27/1/2019) sekitar pukul 07.00 WIB dan menggemparkan seluruh warga Dusun Dongklo, Desa Jetis di kecamatan yang sama.

Dari informasi yang dihimpun, insiden ini dimulai dari kedatangan pelaku ke rumah Radi (65) di Dusun Dongklo RT 05 RW 05 Desa Jetis, Karangrayung, dengan maksud bertemu dengan kakaknya tersebut. Tak lama menunggu, datanglah Radi dengan menggendong cucunya. Saat keduanya saling bertemu, timbul percekcokan yang membuat kesabaran pelaku tidak dapat dikendalikan.

Ia langsung mengambil sabit dan diarahkan hingga mengenai bagian bawah telinga kanan Radi. Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, Radi langsung membawa masuk cucunya ke dalam rumah. Kemudian, korban keluar lagi menemui adiknya. Di situ, ia kembali dibacok adiknya untuk kedua kalinya dan mengenai perut hingga ususnya terburai dan tergeletak di atas tanah. Mengetahui kakaknya sudah tidak bernapas, pelaku langsung kabur.

Suparjo (32), anak korban, langsung menjerit saat mengetahui ayahnya sudah meninggal dengan cara tragis. Teriakannya membuat seluruh tetangga langsung berhamburan datang ke rumahnya. Bersama Nurrokhman (25), Suparjo melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Karangrayung.

Pelaku Diringkus Dirumahnya

Mendapatkan informasi dari keduanya, Kapolsek Karangrayung AKP Sukardi beserta anggotanya langsung mendatangi lokasi kejadian. Di sana, petugas mendapati korban yang sudah dalam kondisi sudah meninggal dunia dengan cara tragis.

Setelah melakukan serangkaian penyelidikan dan penyidikan, dalam waktu singkat, polisi dapat meringkus pelaku di rumahnya. Dari tangan pelaku, polisi menemukan barang yang dijadikan bukti dalam pembunuhan tersebut yakni satu buah sabit dengan pegangan terbuat dari kayu, dua buah tali tambang warna hijau dan kuning serta satu unit sepeda ontel.

“Benar telah terjadi pembunuhan pada Minggu (27/1/2019) di Dusun Dongklo, Desa Jetis, Kecamatan Karangrayung, Kabupaten Grobogan. Adapun korban bernama Radi, 65 tahun. Identitas pelaku sudah diketahui berinisial W, 64 tahun, yang tidak lain adalah adiknya sendiri. Saat ini pelaku sudah kami tahan di Polsek Karangrayung untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Untuk latar belakang pembunuhan ini diduga karena tanah warisan,” terang AKP Sukardi.

Akibat perbuatannya, pelaku terpaksa merasakan dinginnya tahanan Mapolsek Karangrayung. Pelaku dijerat dengan pasal 351 ayat (3) KHUP tentang penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia.

Berita Populer:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Post Terbaru