oleh

“Kami Memiliki Kebun Jati Yang Cukup Luas!”

Bantah Suaminya Bunuh Diri Karena Tak Bisa Bayar Hutang

Raut wajah Supinah terlihat tetap tegar ketika didatangi di rumahnya di Desa/Kecamatan Tawangharjo, Kabupaten Grobogan, Rabu (16/1/2019).

Kendati demikian ia tetap saja resah ketika masa lalu keluarganya diulik oleh pidato salah satu Capres pada Pemilu 2019 pada Senin (14/1/2019) lalu. Pada pidatonya, Capres tersebut mengatakan bahwa Hardi, suami Supinah mengakhiri hidup dengan bunuh diri lantaran beban ekonomi yang dirasa sangat berat dan tidak sanggup membayar hutang Bank.

Supinah menampik pernyataan tersebut. Menurut dia, alasan suaminya bunuh diri bukan didasari kondisi ekonomi keluarganya. Pasalnya, selama hidup bersama dengan suaminya, kondisi ekonominya tercukupi. Sehari-hari mereka melakukan aktivitas dengan bertani. Mereka memiliki kebun jati yang cukup luas. Tidak hanya itu, mereka juga memiliki ladang yang dapat ditanami tanaman produktif, seperti kacang.

“Kami memiliki kebun jati yang cukup luas ditambah dengan ladang yang saat ini saya tanami kacang. Tidak hanya itu, setiap tahun kami juga dapat menyewa sawah setengah bahu. Jadi, secara ekonomi kami tidak punya berkekurangan,” ungkap Supinah.

Rumah sederhana khas pedesaan dihuni Keluarga Hardi bertahun-tahun di atas tanah berukuran 50 x 100 meter. Namun, Supinah membantah jika almarhum suaminya memiliki banyak hutang.

“Apalagi hutang di bank. Kalau memiliki hutang, paling-paling hutang pupuk yang bisa langsung dibayar,” kata ibu beranak empat ini.

Seandainya almarhum memiliki hutang, lanjut Supinah, ia tidak akan melakukan bunuh diri tersebut. Malah, pelunasannya bisa dilakukan dengan menjual komoditi yang mereka tanam.

“Jika memang benar Bapak punya hutang, dia bisa menjual pohon jati yang ditanamnya karena ukurannya sudah cukup besar. Kalau belum cukup untuk melunasinya, Bapak juga bisa menjual ladangnya,” tambah Supinah.

Supinah mengaku tidak tahu motif bunuh diri yang dilakukan almarhum Hardi. Namun, ia mengelak tudingan jika suaminya meninggal karena faktor ekonomi. Menurutnya, selama kenal dengan suaminya, ia mengetahui sifat asli Hardi yang sesungguhnya yaitu pendiam dan sangat tertutup.

“Bapak mempunyai pribadi yang sangat tertutup dan pendiam. Tetapi saya memastikan, dia bunuh diri bukan karena permasalahan ekonomi keluarga kami,” tutup dia.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Post Terbaru