oleh

Kurang Perhatikan Keselamatan,2 Truk Ditilang

Mengangkut Banyak Orang di Bak Terbuka

Belum hilang ingatan kita terjadinya sebuah kecelakaan yang terjadi di Jalan Raya Trikora-Wolo, Penawangan beberapa waktu lalu. Saat itu, sebuah truk engkel yang mengangkut puluhan orang terjungkal saat truk tersebut akan dinaikkan ke badan jalan.

Hingga akhirnya merenggut nyawa belasan orang. Namun, hingga Jumat (25/1/2019) masih ditemukan truk-truk engkel yang mengangkut orang dalam jumlah banyak.


Padahal, sesuai dalam UU No 22 Tahun 2009 pasal 137 ayat (4) disebutkan, mobil barang dilarang untuk mengangkut orang kecuali sesuai rasio kendaraan bermotor untuk angkutan orang; kondisi geografis; dan prasarana jalan baik di lingkup kota/kabupaten/provinsi belum memadai.

Kemudian, pengecualian penggunaan mobil barang untuk mengangkut orang ditujukan pada pelatihan TNI atau anggota kepolisian, serta kepentingan lain berdasarkan keputusan Kepolisian Negara RI/Pemda.
Dalam razia rutin yang digelar Satlantas Polres Grobogan, petugas memberlakukan tilang kepada dua orang sopir truk engkel yang masing-masing mengangkut penumpang dengan jumlah 10-15 orang di Jalan Raya Purwodadi-Semarang.

Tepatnya di Desa Pulorejo, Kecamatan Purwodadi. Para penumpangnya merupakan para buruh yang hendak bekerja di sawah. Alasan tidak menguatkan membuat petugas tetap melakukan tilang kepada keduanya.


“Ini sudah disediakan dari majikannya. Kita tinggal naik dan ikut sampai ke sawah untuk bekerja,” kata para penumpang.


Para sopir ini diberikan surat tilang karena telah melanggar peraturan perundangan yang berlaku. Hal tersebut dibenarkan Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Panji Gedhe Prabawa melalui Kanit Turjawali Iptu Joko Susilo.


“Benar, pagi tadi kami melakukan giat razia rutin yang dipusatkan di Jalan Raya Purwodadi-Semarang. Tepatnya di Desa Pulorejo, Kecamatan Purwodadi. Dalam razia tersebut, kami menemukan dua unit truk engkel yang membawa sekitar 10 sampai 15 orang. Para penumpangnya ini rata-rata buruh panen padi.

Karena itu, kami melakukan penindakan berupa tilang kepada para sopir,” jelas Iptu Joko Susilo, saat dikonfirmasi Jumat (25/1/2019) malam.
Pihaknya terus mengimbau kepada seluruh sopir truk engkel agar tidak memuat orang. Bahkan, ia meminta agar para pemilik truk engkel mempergunakan kendaraannya sebagaimana mestinya.


“Kami mengimbau kepada para sopir agar tidak memuat orang lagi, karena pada dasarnya truk adalah kendaraan pengangkut barang. Jika ini memang sangat penting, diharapkan menggunakan armada lain yang sesuai dengan peruntukkannya,” pungkasnya.

Komentar

Berita Terbaru