oleh

Mantul! Sedotan Bekas Aneka Warna “Disulap” Jadi Tikar Cantik

Apa yang terpikir di benak Anda dengan kata “sedotan”. Tentu saja, kita langsung beranggapan jika sedotan adalah alat bantu untuk minum yang biasa kita temui di warung-warung, rumah makan ataupun restoran. Biasanya, usai menggunakan sedotan, kita membuangnya dengan percuma.

Namun, bagi Sri Aini (47) warga RT 4 RW 2 Desa Karangjati, Kecamatan Kota Blora, sedotan bekas tersebut dimanfaatkannya sebagai barang yang mempunyai nilai jual. Sri mengolah sedotan-sedotan bekas tersebut untuk dibuat tikar lipat sepanjang tiga meter.

Ditemui di rumahnya, terlihat Sri tengah menyambungkan sedotan berwarna-warni yang akan dianyamnya untuk dibuat menjadi tikar. Tiga buah sedotan bekas disambung sepanjang 50 centimeter tersebut kemudian dianyam bersamaan sedotan-sedotan bekas yang sudah dalam posisi horizontal. Sri mengaku untuk membuat tikar sedotan lipat ini, ia membutuhkan waktu sepekan sampai menghasilkan tikar berukuran tiga meter persegi.

“Idenya saat saya prihatin ada banyak sedotan bekas yang dibuang secara percuma di sekitar pemancingan dekat rumah saya. Daripada menjadi sampah, saya ambil satu-satu dan saya coba untuk membuat kerajinan yang mempunyai nilai jual,” katanya saat ditanya ide pembuatan tikar sedotan ini.

Setelah selesai pembuatan tikar tersebut, kemudian Sri memasarkannya. Untuk memasarkan tikar ini, Sri memanfaatkan ponsel yang dimilikinya. Ia memfoto seluruh tikar hasil karyanya tersebut dan diunggah ke berbagai macam aplikasi jual beli yang ada di akun media sosialnya. Satu tikar ia hargai Rp 300 ribu. Cukup mahal harga tikar sedotan ini dibandingkan tikar plastik maupun tikar gulung tenun yang biasanya dipergunakan masyarakat. Namun, kualitas dari tikar plastik ini memiliki keistimewaan dibandingkan tikar lainnya.

Tak hanya tikar lipat berbahan baku dari sedotan bekas saja. Aneka ragam kerajinan berbahan plastik dihasilkannya seperti tas dari bungkus kopi bekas, tempat tisu serta taplak meja. “Semua saya buat dengan bahan baku dari barang-barang bekas,” tutupnya. (Hana)

Komentar

Berita Terbaru