oleh

Ngeri! Sudah 43 Kecelakaan Terjadi Diawal Tahun 2019

Belum Genap Sebulan

Di bulan Januari 2019 ini saja, telah kerap terjadi kecelakaan di wilayah Kabupaten Grobogan. Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Panji Gedhe Prabawa melalui Kanit Laka Lantas Iptu Candra Bayu Septi mengatakan, hingga Sabtu (26/1/2019) sudah terjadi sebanyak 43 kasus kecelakaan.

Iptu Candra, sapaan akrabnya, mengemukakan musibah kecelakaan yang kerap terjadi di wilayah ini diakibatkan oleh berbagai faktor. Diantaranya human error, kondisi jalan yang tidak rata dan minimnya penerangan di waktu malam hari.

“Dalam satu bulan terakhir ini, dari data kami sudah terjadi sebanyak 43 insiden kecelakaan di Kabupaten Grobogan. Ada beberapa penyebab kecelakaan seperti faktor manusia yang berkendara dengan kecepatan tinggi,” katanya.

Selain itu juga terdata insiden kecelakaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia mencapai 7 kasus. Akibat kecelakaan tersebut, sekitar 9 orang hilang nyawanya dan puluhan lainnya alami luka ringan.

“Total korban meninggal dunia akibat kecelakaan sampai hari ini ada sekitar 9 orang dan total korban mengalami luka ringan ada sebanyak 49 orang. Di samping itu, total kerugian akibat kecelakaan ini juga sangat besar” imbuh Iptu Candra.

Human Error Paling Dominan

Kesalahan manusia, kata dia, merupakan faktor dominan atas insiden kecelakaan di wilayah Kabupaten Grobogan. Terutama pada tata cara berkendara serta kecepatan. Dua hal ini memang sangat berkaitan.

“Kecepatan paling tinggi yang diatur adalah 80 km/jam. Di kawasan perkotaan, batas paling tingginya 50 km/jam. Untuk di wilayah kawasan pemukiman, batas kecepatan tertingginya 30 km/jam. Seluruh batas-batas kecepatan itu dinyatakan dengan rambu lalu lintas yang diselenggarakan Dishub Propinsi atau Kabupaten. Karena itu, kami mengimbau kepada masyarakat Kabupaten Grobogan agar memperhatikan batas kecepatannya saat berkendara di jalan raya sesuai dengan yang saya jelaskan tadi,” imbaunya.

Titik rawan kecelakaan yang terjadi di bulan ini terdapat di beberapa daerah. Yakni di jalan Raya Purwodadi-Semarang tepatnya di dusun Lekok, Penawangan dan dusun Kemantren, Godong. Selain itu, untuk wilayah timur insiden kecelakaan terjadi di Dusun Sendangrejo, Kecamatan Gabus. Sementara di wilayah utara terjadi di lingkar utara Menduran, Brati dan di bagian selatan terjadi di Dusun Sukoharjo, Desa Krangganharjo, Kecamatan Toroh.

Iptu Candra terus mengingatkan perkiraan hingga akhir Januari 2019, frekuensi hujan akan cukup sering. Ia juga berpesan agar para pengendara mengutamakan keselamatan.

“Sampai akhir bulan Januari nanti, frekuensi hujan cukup sering. Karena itu kiranya pengguna jalan lebih memikirkan keselamatan di jalan. Hal itu bisa dimulai dengan mengurangi kecepatan karena kondisi jalan sangat licin akibat genangan air dan kurangnya penerangan jalan di spot jalur rawan laka,” pungkasnya.

Komentar

Berita Terbaru