oleh

Pernah Mangharumkan Grobogan, Kini Terjerat Narkoba

-HUKUM-3.964 views

Mewakili Grobogan Dalam Ajang Porprov Jateng di Tahun 2018

ES (31) warga Jalan Gunung Lawu, Purwodadi, memang tidak asing bagi masyarakat Kabupaten Grobogan. ES, merupakan atlet biliar yang pernah mewakili Kabupaten Grobogan di ajang Porprov Jateng 2018.

Namun, prestasinya harus merosot drastis lantaran ia harus tersandung hukum pengedar dan penyalahgunaan narkoba. Mimpi dua kali ditangkap polisi pun kini menjadi kenyataan.

Rabu (16/1/2019), ES diringkus bersama kawannya AAG (34) warga RT 9 RW 1 Desa Menduran Kecamatan Brati la ditangkap karena kedapatan membawa narkoba. Keduanya ditangkap di area parkir Stadion Krida Bakti Purwodadi.

“Rasanya tidak percaya kalau penangkapan di tempat parkir Stadion Krida Bakti itu benar-benar terjadi. Sepertinya mimpi, tapi akhirnya sadar setelah penangkapan ini. Saya jadi bingung, ‘kan atlet juga public figure terus bagaimana ini. Semua ‘kan kenal sama saya,” pengakuan ES kepada para wartawan saat gelar perkara di Mapolres Grobogan, Jumat (18/1/2019).

Kasat Res Narkoba AKP Abdul Fatah menerangkan, selain ES dan AA, pihaknya juga telah menangkap dua tersangka lain. Dua tersangka lain tersebut yakni HS (33) warga RT 2 RW 2 Kelurahan Pati Kidul, Kabupaten Pati serta AS, warga RT 1 RW 3 Desa Kwaron, Kecamatan Gubug. Mereka ditangkap berdasarkan hasil pengembangan pascapenangkapan ES dan AA.

Dari tangan tersangka ES dan AA, polisi menyita barang bukti berupa narkoba jenis sabu seberat 0,41 gram yang tersimpan dalam wadah plastik klip kecil yang disembunyikan di bekas bungkus permen dan kemudian diletakkan dalam bungkus rokok berwarna hitam. Sementara dari tersangka AS dan HS didapatkan sabu seberat 0,43 gram.

Tersangka HS ditangkap di depan deretan ruko di Jalan Gajahmada, Kota Purwodadi, kurang lebih 10 jam setelah penangkapan tersangka ES dan AA. Sementara tersangka AS ditangkap di Jalan Purwodadi-Semarang, tepatnya di Desa Tinanding, Kecamatan Godong, saat akan mengantarkan pesanan sabu milik temannya. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kini para tersangka terpaksa harus meringkuk di sel tahanan.

“Penangkapan keempat pelaku ini bermula dari laporan masyarakat terkait dugaan adanya transaksi narkoba di tiga tempat. Mereka dijerat dengan hukuman minimal 4 tahun dan maksimal 12 tahun penjara,” tutur AKP Fatah.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Post Terbaru