oleh

Petani Grobogan Tolak Impor Jagung! Alasannya?

Terkait rencana Perum Bulog dan Kementerian Perdagangan dan Perindustrian terkait impor jagung untuk kebutuhan pakan ternak, ditolak para petani Kabupaten Grobogan. Pasalnya, mereka menilai stok kebutuhan jagung yang dihasilkan Kabupaten Grobogan sangat melimpah. Dari data yang dimiliki Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan, sampai tiga bulan mendatang, ada 43.404 Ha lahan jagung yang siap dipanen para petani.

Di total lahan tersebut, di bulan Januari ada 2.361 Ha, Februari 24.508 Ha, dan Maret 16.335 Ha yang kesemuanya ditanami jagung yang siap dipanen. Diperkirakan dari tiga bulan tersebut akan menghasilkan sekitar 269.104,8 ton jagung.

Dalam sambutannya, Bupati Grobogan Sri Sumarni mengharapkan agar pemerintah pusat dalam hal ini Perum Bulog dan Menteri Perdagangan untuk membatalkan rencana tersebut. Pihaknya juga menyatakan semestinya tidak perlu dilakukan impor jagung.

“Kalau bisa jangan ada impor supaya para petani ini menikmati hasilnya. Saat ini, harga jual jagung sebesar Rp 5.200 masih cukup untuk kalangan petani. Selama ini, Kabupaten Grobogan sudah menjadi lumbung pangan dan menjadi suplai kebutuhan Jateng maupun nasional,” kata orang nomor satu di Kabupaten Grobogan.

Impor Jagung Sangat Merugikan Petani Grobogan

Hal yang sama ditambahkan Edhie Sudaryanto, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan. Menurut dia, secara prinsip Kabupaten Grobogan siap menyediakan suplai jagung untuk kebutuhan ternak maupun nasional. Ia juga membenarkan, tiga bulan mendatang dari bulan Januari sampai Maret nanti ada sekitar 43.404 Ha sawah jagung yang akan dipanen.

“Saat ini merupakan puncak panen di Kabupaten Grobogan, juga di daerah lain. Selain itu, petani Grobogan sudah bersusah payah. Biarkan mereka menikmati hasil panen saat harga masih tinggi. Kalau ada impor, harga jual akan turun dan dapat merugikan petani,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan, lahan pertanian yang dipergunakan untuk menanam komoditas jagung ini tidak hanya ditanam di areal persawahan saja. Namun, pihaknya sudah bekerja sama dengaan Perum Perhutani untuk menggunakan sebagian wilayah hiutan sebagai lahan jagung.

“Harapannya, mudah-mudahan ada peningkatan lagi. Panen jagung nantinya juga tidak berhenti di bulan Maret saja. Pada Mei-Juni hingga Oktober masih ada panen jagung. Target kami akan ada 90 hektar jagung yang dipanen,” jelas dia.

Di samping itu, suplai jagung di jawa Tengah, khususnya di Kabupaten Grobogan dinilai cukup bagus. Pernyataan tersebut dikatakan langsung Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian RI, Agung Hendriadi. Menurut dia, selama ini suplai jagung sudah dapat memenuhi kebutuhan peternak besar dan kecil.

“Tidak perlu lagi impor. Jika sudah menghadapi panen seperti ini, dua minggu ke depan dapat memenuhi kebutuhan. Skala nasional, saya menghitung ada 17 ribu lebih produsen jagung sampai akhir Februari atau Maret. Jadi, impor tidak perlu lagi, asal hasil panennya petani baik,” papar Agung.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Post Terbaru