oleh

Ternyata Begini Proses Seleksi Calon “Relasi” KPU Untuk Pemilu 2019

Relawan Aktif Internet Lebih Dipilih KPU

Sebanyak 87 calon  sukarelawan telah melakukan tahap wawancara pada Rabu (15/1/2019) di Gedung KPU Grobogan, Jalan S. Parman Purwodadi. Calon relawan yang aktif di dunia maya akan lebih dipilih KPU Grobogan dalam proses seleksi Calon Relawan Demokrasi (Relasi) ini.

Alasan KPU akan memilih relawan yang lebih banyak aktif  di dunia internet dibandingkan dari sektor bidang yang lain tidak lain untuk dapat membantu dalam menangkal berita bohong yang akhir-akhir ini jumlahnya semakin meningkat menjelang Pemilu 2019. Mereka yang aktif di dunia internet ini diharapkan dapat memberkan fakta-fakta untuk menangkal hoax. Hal tersebut disampaikan langsung salah seorang Komisioner KPU Grobogan bidang SDM dan Partisipasi Pemilih, Ngatiman.

“Tidak dapat dipungkiri jika masa-masa menjelang Pemilu ini, arus gelombang penyebaran hoax sangat luar biasa. Tak hanya peserta Pemilu yang menjadi korban berita yang belum tentu kebenarannya tersebut. KPU juga jadi sasaran hoax. Ini yang harus kita cegah bersama,” jelas Ngatiman.

Para relawan tersebut, lanjut dia, diharapkan memberikan fakta-fakta baik di akun media sosial maupun pada masyarakat langsung. Tujuannya, supaya masyarakat dapat memahami tahapan-tahapan Pemilu 2019 yang sudah berjalan dan tinggal menunggu waktu pelaksanaannya, yakni April mendatang.

Dari 87 calon relasi ini, KPU akan memilih 55 orang sesuai dengan kebutuhan yang ada. Mereka yang terpilih nantinya akan memperoleh bimbingan teknis langsung dari KPU.

“Bintek ini nanti diberikan kepada para relawan. Dari situ mereka akan mendapatkan bekal mengenai tata cara menyampaikan fakta-fakta kepada masyarakat. Tidak hanya itu, mereka juga diberi pemahaman tentang tahapan-tahapan Pemilu 2019,” tambah Ngatiman.

Pihaknya juga berharap, Kabupaten Grobogan memiliki partisipan sesuai dengan target KPU RI yakni 77,9 persen. Sebelumnya, pada Pilpres 2014, Kabupaten Grobogan hanya memiliki partisipasi masyarakat dalam pesta demokrasi tersebut sebesar 70 persen. “Maka kami perlu meningkatkan kepercayaan masyarakat supaya target nasional tercapai,” tutup Ngatiman.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Post Terbaru