oleh

Akan Ikut Rapat, Petugas Rutan Mendadak Di Tes Urine

-LAIN-LAIN-261 views

Para petugas Rutan kelas II B Purwodadi yang hendak masuk ke ruang Aula rutan untuk rapat koperasi mendadak diminta petugas medis agar memasukkan urine nya ke dalam tabung yang telah dipersiapkan. Urine tersebut nantinya akan ditest apakah ada kandungan narkoba di dalamnya.

Tes urine tersebut merupakan bagian dari instruksi Direktorat Jenderal Permasyarakatan RI nomor 126 Tahun 2019, tentang langkah-langkah progresif yang terus menerus dalam rangka memberantas peredaran narkoba di dalam Lapas.

Menurut Kepala Rutan Purwodadi, Surrakhmat mengatakan, pelaksanaan tes urine ke seluruh petugas ini dilakukan dalam rangka mengetahui apakah petugas sudah bersih atau belum dalam pembinaan di lingkungan Lapas.

“Ini diperintahkan pimpinan dalam waktu satu bulan ini. Dalam langkah-langkahnya apakah ada petugas rutan yang positif atau negatif narkoba,” jelas Surrakhmat.

Pihaknya juga membenarkan pelaksanaan tes urine ini dilakukan secara mendadak. Sebab, undangan yang sebenarnya yakni undangan rapat koperasi. Dan dalam kesempatan itu, pihaknya juga langsung mengadakan tes urine yang melibatkan tim medis.

“Tadi sudah banyak petugas yang ikut tes urine. Yang belum datang tetap kami kejar sampai dia ikut tes urine,” tegasnya.

Bebas Narkoba

Petugas rutan meminta kepada seluruh pegawai dan pengunjung agar memasukkan ponselnya ke dalam loker sebelum masuk ke dalam LP
Petugas rutan meminta kepada seluruh pegawai dan pengunjung agar memasukkan ponselnya ke dalam loker sebelum masuk ke dalam LP

Hasil tes urine ini menunggu seluruh urine petugas terkumpul. Meski demikian, pihaknya meyakinkan jika Rutan Purwodadi yang dipimpinnya ini bebas dari narkoba. Baik itu dari sisi petugasnya maupun dari para napi.

Di kegiatan ini, tidak hanya dilakukan tes urine saja. Surrakhmat mengatakan, Rutan Purwodadi baru-baru ini sudah menerapkan larangan terhadap para pengunjung dan pegawai rutan membawa ponsel.

“Semua pengunjung termasuk pegawai sudah disediakan loker untuk menitipkan HP-nya,” kata Surrakhmat.

Loker tersebut disediakan tepat di pintu masuk pengunjung. Di sana, petugas melakukan pengecekan terhadap barang bawaan pegawai dan pengunjung serta meminta mereka memasukkan ponselnya ke dalam loker bening yang lengkap dengan kuncinya. Nantinya, kunci loker tersebut dibawa pegawai dan pengunjung saat berada di dalam rutan. Selesai urusannya di dalam rutan, mereka dapat mengambil ponselnya lagi.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru