oleh

Cerdas Memilih Melalui Pengawas Partisipatif

-POLITIK-206 views

Dalam rangka mengajak para pelajar SMA yang sudah memiliki KTP untuk berpartisipasi dalam pemilu serentak April mendatang, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Grobogan menyelenggarakan sosialisasi bertajuk “Bawaslu Go To School”, Jumat (1/2/2019). Kegiatan ini merupakan kegiatan perdana yang dilakukan Bawaslu untuk merengkuh para siswa yang ada di Kabupaten Grobogan agar menjadi peserta pemilih yang cerdas saat memberikan hak suaranya di pesta demokrasi tersebut.

Kegiatan ini dilaksanakan di SMAN 1 Purwodadi dan diikuti ratusan siswa kelas XII sekolah tersebut. Dalam sosialisasi ini, Ketua Bawaslu Fitria Nita Witanti, memaparkan seluruh hal yang berkaitan dengan Pemilu tersebut. Menurut dia, meski keseharian para pelajar berada di sekolah, namun mereka yang sudah mempunyai KTP tersebut diminta untuk ikut berpartisipasi mensukseskan Pemilu Serentak 2019.

Tidak hanya itu saja, Fitria juga memberikan pengetahuan mengenai hal-hal yang mungkin terjadi pada masa menjelang pelaksanaan pemilu tersebut seperti adanya money politics, penyebaran berita hoax dan ujaran kebencian. Hal ini dianggap penting untuk disampaikan kepada para siswa agar mereka dapat menjadi pemilih cerdas.

Selain itu, pihaknya juga mengajak kepada para siswa untuk menjadi pengawas partisipatif. Di sini, mereka diajak untuk mengawasi berbagai macam bentuk-bentuk kecurangan yang terjadi selama masa pemilu. Selain itu, mereka juga diminta agar para siswa mengajak teman-teman seusianya yang sudah memenuhi syarat dalam kepemiluan, untuk datang ke TPS terdekat mengeluarkan hak pilihnya.

Antusiasme terlihat dari seluruh siswa yang ikut dalam kegiatan ini. Yuna, misalnya. Duta Wisata Grobogan 2018 tersebut berminat menjadi pengawas partisipatif. Menurut dia, adanya sosialisasi ini penting sekali agar para pelajar seusia dirinya yang sudah memenuhi syarat menjadi peserta pemilih dalam pemilu serentak nanti, untuk ikut berpartisipasi mensukseskan pemilu 2019.

“Tadi yang disampaikan dalam materi sosialisasi itu sangat penting. Selain dapat ilmu baru, saya juga memahami betul juga ya’ kalau kita menggunakan hak pilih kita dalam pemilu nanti sebab satu suara itu menentukan nasib bangsa kita ke depan. Kemudian, saya juga berminat menjadi pengawas partisipatif sebab pemilu tidak hanya sekadar mengeluarkan hak pilihnya saja. Namun juga diawasi, terutama pada saat kampanye. Seperti yang dijelaskan tadi saat sosialisasi, kampanye tidak boleh dilakukan di tempat ibadah atau sekolah. Apalagi suap menyuap, karena ini bentuk money politics saat pemilu dan ini sangat dilarang,” pungkas Yuna. (Hana)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru