oleh

Dongeng, Cara SDN 2 Selo Tanamkan Kebiasaan Baik Sejak Dini


Atik Setyowati, guru TK Pertiwi 2 Sulursari Kecamatan Gabus terlihat lihai saat menceritakan sebuah dongeng berjudul Mimi Anak Yang Rajin. Dongeng tersebut diceritakannya di depan para siswa kelas 1 SDN 2 Selo, Kecamatan Tawangharjo. Dalam dongeng ini, Atik memvisualisasikan cerita tersebut lewat boneka tangan yang dipasang di kedua tangannya.

Para siswa terlihat semangat mendengarkan setiap cerita yang disampaikannya tersebut. Terkadang, Atik menyisipkan candaan yang membuat para siswa tertawa. Bahkan, orang tua murid yang kebetulan sedang berada di sekitar sekolah tersebut tertarik untuk ikut mendengarkan dongeng ini.

Dongeng tersebut disampaikan Atik Setyowati. Guru TK Pertiwi 2 Sulursari yang sengaja didatangkan untuk mendongengkan sebuah cerita di hadapan para siswa di sekolah tersebut. Atik mengaku, baru kali pertama mendongeng di SDN 2 Selo tersebut. Sebagai tahap awal, dirinya mendongeng untuk memberikan kebiasaan kepada anak melalui cerita berjudul Mimi Anak Yang Rajin.

“Saya baru pertama mendongeng di sana. Tahap awal, saya memberikan dongeng berjudul Mimi, Anak Yang Rajin. Di dongeng ini diajarkan tentang pembiasaan anak ketika awal dari bangun tidur hingga anak berangkat sekolah. Intinya, melalui dongeng yang saya lakukan ini tujuannya untuk memberikan contoh kebiasaan yang baik kepada anak melalui figur Mimi dalam cerita tersebut,” kata Atik, Rabu (27/2/2019).

Atik mendongeng dengan waktu yang tidak lama. Yakni sekitar 20-30 menit. Ia tidak ingin anak-anak merasa bosan dengan dongeng yang disampaikan dalam waktu yang lama. Namun, usai mendongeng, anak-anak justru ingin dongeng tersebut ada kelanjutannya.

“Setiap saya mendongeng, saya membiasakan diri agar tidak mendongeng terlalu lama sebab di usia mereka yang masih sangat kecil mudah bosan. Tapi ternyata mereka meminta saya untuk bercerita lagi. Ya saya jawab saja, minggu depan kita bertemu lagi ya,” aku Atik.

Sementara itu, Kepala SDN 2 Selo, Sutrisno mengaku senang dengan antusias para siswa yang ikut mendengarkan dongeng yang disampaikan Atik Setyowati. Karena itu, pihaknya berencana menjadikan kegiatan dongeng ini secara berkelanjutan.

“Rencana akan terus berlanjut, tetapi jadwalnya harus menyesuaikan dengan Bu Atik ini. Rencananya, tidak hanya siswa TK dan kelas satu saja. Tetapi kelas dua dan tiga juga akan diikutkan dalam kegiatan ini. Hanya saja, alat peraganya yaitu boneka tangan masih terbata. Hanya pemaparan lewat cerita dengan dua boneka tangan tetapi mereka sangat senang,” kata Sutrisno.

Dari kegiatan ini, Sutrisno berharap, para siswa dapat terbangun karakternya, mengetahui etika sopan santun, dan mau menghargai antarsiswa dan orang tua. “Selain itu, anak-anak juga bisa mandiri. Saya dan rekan guru lainnya di SDN 2 Selo ini merasa bangga melihat antusias anak-anak. Bahkan, orang tua murid juga punya tanggapan positif dengan adanya dongeng untuk murid di sekolah kami ini,” tutupnya. (Hana)

Komentar

Berita Terbaru