oleh

Gudang DPPKAD Dibobol Maling, Berkas Arsip Hilang

-PERISTIWA-223 views

Kantor Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Grobogan dikejutkan adanya pembobolan gudang arsip yang terletak di lantai dua sisi timur gedung DPPKAD, Senin (11/2/2019). Beberapa arsip milik Bagian Keuangan dan Perbendaharaan dilaporkan hilang setelah diketahui kondisi gudang tersebut dalam keadaan berantakan.

Seorang pegawai yang enggan disebutkan namanya merupakan orang yang kali pertama mengetahui kondisi gudang tersebut berantakan. Saat itu, ia berniat mengambil berkas yang tersimpan di gudang tersebut. Ketika membuka pintu, ia terkejut melihat berkas-berkas dalam kondisi berantakan. Sebelumnya, berkas-berkas ini ditata rapi.

Ia pun kembali melakukan pengecekan di sudut ruangan gudang tersebut. Dan ditemukan sebuah jendela yang terbuka. Karena itulah, ia langsung menghadap ke pimpinannya untuk melaporkan apa yang baru saja dilihatnya tersebut. Laporan itu kemudian diteruskan kepada Polsek Purwodadi.

Mendapatkan informasi dari DPPKAD, anggota Polsek Purwodadi langsung menuju ke TKP. Sesampainya di sana, petugas langsung melakukan pemeriksaan dan meminta keterangan dari para saksi. Dalam pemeriksaan ini, tim inafis dari Polres Grobogan turut dilibatkan.

Kanit Reskrim Polsek Purwodadi, Iptu Ketut Sudiarta mengatakan, diduga pelaku memasuki ruangan tersebut dengan cara mencongkel bagian engsel jendela. Di samping itu, barang-barang yang hilang yakni berkas-berkas milik bidang Keuangan dan Perbendaharaan DPPKAD Grobogan.

‘’Modus yang dipergunakan pelaku yakni masuk ke ruangan ini melalui jendela. Pelaku mencongkel pengunci jendela. Didapatkan juga keterangan bahwa arsip-arsip bagian pembendaharaan dan keuangan hilang,” jelas Iptu Ketut.

Pihaknya juga menjelaskan saat ini tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut. Seluruh saksi-saksi dan pihak DPPKAD juga dimintai keterangan untuk mengetahui titik terang dari kasus tersebut.

“Kami belum bisa memberikan keterangan lebih banyak karena masih melakukan pemeriksaan lokasi dan perlu meminta keterangan sejumlah saksi. Untuk kerugian kami belum bisa memperkirakan karena barang yang hilang hanya berupa arsip-arsip saja,” papar Iptu Ketut kepada para wartawan. Usai dilakukan pemeriksaan, petugas lalu memasang garis polisi di sepanjang bangunan gudang tersebut. Tidak boleh seorangpun masuk ke dalam ruangan tersebut selain petugas dari kepolisian.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru