oleh

Pelopor Pertama “Sekolah Sampah” Di Kabupaten Grobogan

SMPN 2 Pulokulon Kelola dan Lelang Sampah

Pulokulon – SMPN 2 Pulokulon dinyatakan sebagai sekolah yang mempelopori pengelolaan sampah dan sistem lelang melalui bank sampah. Program tersebut telah diresmikan, Sabtu (16/2/2019) dengan nama Bank Sampah Anggrek Vanda. Pengelolaan sampah di sekolah ini langsung diserahkan kepada para siswa.

Dalam peresmian program tersebut, Kepala SMPN 2 Pulokulon, Joni Martono mengungkapkan motivasi pembentukan bank sampah ini berawal dari minimnya kesadaran siswa dalam membuang sampah di tempat yang sudah disediakan di sekitar sekolah. Dengan adanya gerakan ini, pihaknya berharap seluruh warga sekolah tumbuh dalam kesadaran mengelola sampah.

“Bank Sampah Anggrek Vanda ini mulai dibentuk satu setengah bulan yang lalu. Pada hari ini, kami meresmikan sekaligus melaksanakan lelang. Melalui kegiatan ini, kami menargetkan perolehan sampah kertas dan plastik sebanyak 3 ton per bulan yang dikumpulkan siswa, guru, dan karyawan dan kemudian kami adakan lelang ke rekanan,” jelas Joni.

Hasil lelang sebanyak 50 persen akan dikembalikan kepada siswa dan sepuluh persennya diberikan masuk ke pengelola. Sementara 40 persen yang lain masuk ke kas kelas.

Joni menambahkan, kegiatan ini tidak dilakukan setiap hari. Hanya sepekan sekali, yakni di hari Jumat. Dimana, para siswa tidak diwajibkan membawa sampah saat tidak ada kegiatan lelang.

“Setiap Jumat mereka ada kewajiban menabung minimal 5 kilogram sampah. Namun, setiap Jumat mereka tidak diwajibkan membawa sampah yang mereka dapatkan tetapi dapat membawa sampah jika ada kegiatan lelang yang diadakan sebulan sekali. Hal ini disebabkan, kami belum punya tempat khusus untuk menampung sampah,” kata Joni.

Program ini bukan tanpa sanksi. Pihak sekolah akan memberikan hukuman bagi semua warga sekolah yang tidak mengumpulkan sampah setiap pekan. Sanksi tersebut berupa denda yang dimasukkan ke dalam kas kelas.

Sebanyak 2,72 ton sampah terkumpul pada hari peresmian bank sampah ini. Dan ditarketkan, selama satu bulan dapat menghasilkan minimal 3 ton sampah.

Melalui gerakan ini, kata Joni, selain menghasilkan sesuatu yang bernilai ekonomis juga memberikan manfaat yakni sarana edukasi bagi para siswa yakni menumbuhkan nilai-nilai kejujuran, kebersihan, interaksi sosial dan kebersamaan.

Sementara itu, Kabid Pengelolaan Sampah dan Limbah Dinas Lingkungan Hidup Grobogan, Sugiyanto menanggapi positif langkah SMPN 2 Pulokulon untuk pemanfaatan sampah melalui bank sampah ini. Menurut dia, di sekolah lain juga terdapat program mengenai bank sampah, namun yang dilakukan SMPN 2 Pulokulon ini berbeda.

“Sekolah lain ada kegiatan serupa tentang bank sampah ini. Namun, mereka hanya mengelola sampah, tidak ditabung dan dilelang seperti yang dilakukan SMPN 2 Pulokulon ini. Kami harapkan ke depan, semakin banyak sekolah yang sadar akan pentingnya pengelolaan sampah,” papar Sugiyanto. (Hana)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru