oleh

Petani Grobogan “Ogah” Tanam Kedelai Lagi!

-PERISTIWA-391 views

Setelah beberapa waktu lalu dikabarkan petani enggan menanam kedelai lagi, pihak Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan memperjelas alasan para petani tersebut. Hal tersebut dilontarkan Kepala Dinas Pertanian Edhie Sudaryanto melalui Kabid Tanaman Pangan Imam Sudigdo. Menurut Imam, apa yang terjadi pada petani ini disebabkan fenomena delapan tahunan.

Fenomena delapan tahunan, kata dia, merupakan fenomena yang terjadi di kalangan petani yang memanen hasil komoditasnya bersamaan dengan musim hujan. Karena itu, kedelai yang dihasilkan petani Nambuhan, Kabupaten Grobogan tidak dapat dijemur karena tidak adanya panas sehingga berpengaruh pada kualitas kedelai yang dipanennya. Hal ini membuat para petani berkeinginan menanam komoditas lain, seperti jagung atau padi.

Harga Yang Rendah

“Saat ini harga kedelai masuk ke angka enam ribu rupiah per kilogram. Karena itu, petani mengeluhkannya. Situasi seperti ini dinamakan fenomena delapan tahunan. Dimana, saat panen kedelai bersamaan dengan musim penghujan sehingga kualitas kedelai menjadi rendah,” tutur Imam, saat ditemui di kantornya.

Hal ini, kata dia, membuat para petani cenderung ingin menanam komoditas lain. Sebab kualitas dan harganya rendah dibandingkan komoditas lain seperti jagung atau padi.

Meski demikian, Imam mengkhawatirkan jika petani tetap memaksakan diri menanam selain kedelai. Sebab nantinya akan berpengaruh pada musim tanam padi yang akan bergeser. (Hana)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru