oleh

Pemkab Grobogan Di INA Craft 2019 Jakarta

Kesenian Ukir Grobogan Jadi Daya Tarik

Pameran kerajinan tangan kelas internasional, INA Craft 2019 yang diselenggaakan Rabu-Minggu (24-28/4) menjadi daya tarik pengunjung dari beragam daerah maupun luar negeri. Terlihat dari lobi JCC Senayan, Jakarta, para pengunjung berlalu lalang setelah akan dan dari menonton beragam kesenian tradisional Indonesia bertaraf Internasional.

Pemkab Grobogan juga turut menyemarakkan event ini. Dengan mendirikan stan yang diisi dengan barang-barang kesenian tradisional khas Kabupaten Grobogan, ternyata memancing daya tarik pengunjung.

INA Craft 2019 Jakarta

Kesenian miniatur set meja dan kursi jati asli Kabupaten Grobogan yang paling memunculkan antusiasme pengunjung. Terlihat pada hari pertama penyelenggaraan pameran INA Craft 2019 saja, sebanyak 75 kerajinan tangan produksi Asri Art ini paling laku terjual.

Seperti yang dituturkan Pugarta Dalur Argiyantoro, staf Bagian Perekonomian Setda Grobogan, para pengunjung beralasan keunikan bentuk miniatur menjadi daya tarik sehingga paling laku terjual.

“Banyak yang membeli barang kerajinan seperti miniatur dan patung-patung ukiran kayu. Ada yang dari luar negeri, seperti India, Jepang, China dan juga kaum-kaum Tionghoa. Menurut mereka, sebagian besar tadi merupakan penggemar barang antik, apalagi mereka menilai dari segi harga dikatakan murah,” kata Pugarta, panggilan akrabnya, saat dikonfirmasi Kamis (25/4).

Set miniatur ukir kayu ini dihargai mulai dari Rp 75-150 ribu. Selain itu, ada juga batik tulis dengan beragam motif ini kerap dibawa ke setiap pameran-pameran. Pugarta menjelaskan, untuk batik tulis ini masih kurang diminati masyarakat meski harganya masih berada di angka yang cukup murah yakni Rp 225 ribu per dua meter.

“Kami juga bawa batik khas Grobogan. Setiap pameran kita juga selalu membawa walaupun masih kurang peminatnya. Hanya saja kita tetap konsisten dalam mengenalkan batik Grobogan ini,” ucap Pugarta.

Kabag Perekonomian Setda Grobogan, Pradana Setyawan mengungkapkan rasa syukurnya jika produk yang dibuat Imam Endro Chaeru ini ternyata mampu bersaing dalam pameran kelas internasional tersebut. Pria yang akrab disapa Danis ini  berharap dalam pameran ini dapat dijadikan inspirasi bisnis UMKM yang ada di daerah ini.

“Kami berharap, nantinya event ini bisa dijadikan sumber inspirasi bisnis UMKM, baik berupa daya saing produk dan kreativitas, pemasaran maupun berbagai program pengembangan potensi ekonomi lokal,” ujar Imam.

Komentar

Berita Terbaru