oleh

Pengukuhan Kepala Sekolah & Guru Profesional Kab Grobogan

Bupati Grobogan mengukuhkan sekitar 89 guru profesional dan 156 kepala sekolah se Kabupaten Grobogan di Pendopo Kabupaten Grobogan, Jumat (5/4). Pengukuhan tersebut ditandai dengan pengucapan sumpah profesi guru dan penyerahan sertifikat secara simbolis kepada lima orang guru.

Sebanyak 89 orang guru dari masing-masing kecamatan di Kabupaten Grobogan lolos uji kompetensi dan berhak mendapatkan sertifikat guru profesional. Bertempat di Pendopo Kabupaten Grobogan, Jumat (5/4) pagi, mereka bersama 156 kepala sekolah menerima sertifikat tersebut

Dalam kegiatan Penyerahan Sertifikat Kepala Sekolah, Sertifikat Pendidik dan Pengukuhan Guru Profesional Tahun 2019, juga dihadiri Sekda Grobogan Moh Soemarsono, Kepala Dinas Pendidikan Grobogan Amin Hidayat beserta jajarannya.

Dalam sambutannya, Bupati mengucapkan selamat kepada para guru dan kepala sekolah yang telah mengikuti uji kompetensi sertifikasi yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Grobogan melalui Dinas Pendidikan tersebut.

Para Guru Dan Kepala Sekolah Dapat Menjadi Contoh Yang Baik Bagi Anak Didiknya

Menurut Sri Sumarni, melalui sertifikasi para guru dan kepala sekolah diharapkan dapat meningkatkan kinerja, disiplin, serta profesioalisme sebagai guru dan kepala sekolah. Dengan demikian, mutu pendidikan di Kabupaten Grobogan dapat lebih meningkat dan mampu mengejar ketertinggalan dari daerah atau negara lain yang lebih maju.

“Yang kedua, para guru dan kepala sekolah dapat menjadi contoh yang baik bagi anak didiknya. Dan kepada guru-guru serta kepala sekolah yang belum memperoleh sertifikat agar tidak ada perasaan iri hati di antara teman-teman sejawat dan tetap ciptakan iklim kondusif di sekolah atau tempat kerja sehingga dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sekolah kita masing-masing,” pesan Sri Sumarni.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Grobogan Amin Hidayat mengatakan, dengan lolosnya 89 orang guru ini berarti mereka telah diakui pemerintah sebagai guru profesional. Karena itu, pihaknya berharap, agar mereka benar-benar menjadi guru profesional.

“Guru profesional artinya, guru yang memang ditunggu siswa dan guru yang juga taat kepada pimpinan. Sementara untuk kepala sekolah yang sudah memegang sertifikat ini memang sesuai dengan tuntutan peraturan yang berlaku. Mulai tahun 2018, mereka yang menjabat sebagai kepala sekolah ini harus memegang sertifikat,” jelas Amin Hidayat.

Mantan Kepala SMAN 1 Purwodadi ini menjelaskan, saat ini kepala sekolah bukan lagi guru yang mendapat tugas tambahan. Kepala sekolah merupakan leader atau manajer di sekolah sehingga tidak diperbolehkan mengajar, namun harus dapat mengelola sekolah yang dipimpinnya dengan sungguh-sungguh.

“Sistem sertifikasi yang sekarang itu didahului dengan uji kompetensi. Dalam uji kompetensi itu harus memenuhi kriteria-kriteria tertentu. Jadi sekarang lebih rapi dan lebih tepat. Jika dia tidak memenuhi skor tertentu, dia tidak bisa ikut supervisior visitasi,” pungkasnya.

Komentar

Berita Terbaru