oleh

Jelang Idul Fitri, 11 PGOT Terjaring Razia

-SOSIAL-281 views

Penertiban Dinas Sosial & Satpol PP

Dinas Sosial bersama Satpol PP mengelar razia PGOT, Kamis (16/5) sore. Operasi tersebut dilaksanakan pukul 16.00-17.30 WIB. Dalam razia ini, 11 orang terjaring. Mereka terdiri dari pengemis, gelandangan, OGDJ dan pengamen yang tengah berkeliaran di tengah Kota Purwodadi.

Razia ini dibagi dua tahap, yakni dimulai dari Jalan Gajahmada Purwodadi berlanjut ke bundaran Nglejok dan menuju ke Pasar Purwodadi serta terminal angkutan kota Jalan A. Yani Purwodadi. Di rute kedua dilakukan setelah berbuka puasa hingga malam hari yakni di wilayah pertigaan Getasrejo, Kecamatan Grobogan dan berakhir di Alun-alun Purwodadi.

Dalam operasi ini, sebanyak 3 orang pengemis, 4 orang gelandangan, 3 orang ODGJ dan seorang pengamen berhasil diamankan petugas. Mereka kemudian dibawa ke Panti Sosial Sono Rumekso untuk diberikan pembinaan serta penanganan.

Dalam razia ini, petugas sempat kewalahan dengan aksi para ODGJ yang terjaring dalam razia ini. Pasalnya, mereka sempat memberontak saat hendak dimasukkan ke dalam truk. Namun, mereka akhirnya mau dibawa petugas.PGOT Terjaring Razia

Tidak hanya itu, petugas juga harus kejar-kejaran dengan para pengemis dan gelandangan yang kabur saat hendak diamankan. Bahkan, ada beberapa yang masuk ke pemukiman warga. Meski demikian, petugas akhirnya dapat menangkap mereka.

 

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Grobogan Andung Sutiyoso melalui Kasi RSTSKPO Edy Suwignyo saat dikonfirmasi mengatakan penjaringan terhadap PGOT ini dilakukan untuk mengurangi jumlah PGOT di bulan Ramadan 1440H/2019 dan menghadapi Lebaran 2019.

“Tujuan penjaringan ini antara lain supaya suasana menjadi tenang. Apalagi bulan puasa ini masyarakat Kabupaten Grobogan bisa beribadah tanpa harus terganggu dengan yang seperti ini,” kata Suwignyo.

Di Panti Sosial Sono Rumekso, para PGOT yang terjaring ini mendapatkan arahan dan pembinaan yang ditujukan pada pengemis, gelandangan dan orang-orang terlantar. Untuk para ODGJ langsung diserahkan kepada panti yang berada di Jalan S. Parman Purwodadi tersebut untuk mendapatkan penanganan intensif.

“Arahan yang disampaikan kepada mereka lebih ditekankan untuk memberikan kesadaran pada mereka bahwa hidup yang selama ini mereka jalani, masih ada cara hidup yang lebih berguna, bermartabat dan serta lebih nyaman tanpa harus dikejar-kejar petugas,” jelas Suwignyo.

Dijelaskan Suwignyo, para PGOT ini umumnya datang dari berbagai daerah. Mereka tinggal menggelandang di sepanjang jalan di wilayah Kabupaten Grobogan. Berbarengan dengan momentum Ramadan 1440 H serta menjelang Lebaran, Suwignyo memaparkan pihaknya bersama Dinkes dan Satpol PP sudah melakukan antisipasi dengan cara melaksanakan operasi rutin yang dilakukan secara berkala. Termasuk atas laporan masyarakat agar dapat mengurangi jumlah PGOT di wilayah Kabupaten Grobogan, khususnya ODGJ yang berkeliaran di jalanan.

“Antisipasi sudah sejak dulu dari Dinsos, Dinkes maupun Satpol PP yaitu dengan penyebaran informasi ke desa-desa agar segera melaporkan ke Dinkes maupun Dinsos kalau di daerah mereka ada ODGJ sehingga dapat diobati dan kembali ke masuk ke dalam masyarakat. Kadang-kadang, ODGJ ini merupakan pendatang yang tahu-tahu sudah muncul di tengah masyarakat. Para ODGJ ini dapat ditangani secara efektif kalau masyarakat memahami pentingnya peranan mereka untuk langsung melaporkannya kepada instansi terkait,” pungkas Suwignyo. (Hana)

Komentar

Berita Terbaru