oleh

Terduga Teroris Tertangkap Di Godong & Wirosari!

-BERITA, HUKUM-852 views

Kejutkan Warga

Masyarakat Dusun Kemantren Desa/Kecamatan Grobogan dikejutkan pada Selasa (14/5) dini hari kemarin, peristiwa tersebut ditandai dengan gonggongan anjing bernama Kalong milik warga setempat. Lolongan anjing tersebut membuat masyarakat curiga ada sesuatu yang tidak biasa.

Sri Lestari, istri ketua RT 2 RW 3 dusun tersebut termasuk yang mendengar suara tersebut. Menurutnya, perkiraan tersebut benar. Kecurigaan tersebut berpusat pada penangkapan terduga teroris berinisial AH. Pria yang mengontrak rumah di gang buntu tersebut ditangkap empat anggota Detasemen Khusus Anti Teror 88 Mabes Polri saat selesai melakukan sholat subuh di masjid yang tidak jauh dari rumahnya.

“Suami saya mendengar ada teriakan tapi tidak jelas. Kemungkinan dari yang ditangkap,” ujar Sri.

Menurut informasi yang beredar, pria asal Desa Kaliangkrik Kabupaten Magelang tersebut sempat melakukan perlawanan. Namun, kesigapan petugas akhirnya dapat membawa AH dan keluarganya pergi dari rumah kontrakan tersebut.

Kepala Desa Godong, Zaenal Arifin membenarkan adanya warga yang ditangkap di rumah petak yang dikontrak terduga teroris. Meski dibenarkan, namun Zaenal menyatakan penyewa rumah bukanlah asli warga desa tersebut.

Teroris Di Wirosari, Grobogan
Beberapa warga di Dusun Kemantren, Desa Godong saat berada di sekitar rumah kontrakan terduga teroris. Kondisi rumah terlihat lengang pasca penangkapan.

Rumah yang ditempati AH dan kuarganya ini berada di gang buntu yang aksesnya hanya dapat dilewati sepeda motor saja. Keluarga kecil ini baru menempati kontrakan tersebut lima bulan terakhir.

Warga setempat mengatakan kaget atas penangkapan tersebut. Pasalnya, mereka tidak mengira ada pendatang yang ternyata terduga teroris. Padahal, keluarga AH ini dikenal sebagai keluarga yang punya rasa sosialitas yang tinggi. Saat ada arisan, mereka selalu datang. Bahkan, terakhir pada saat piknik bersama satu RT, keluarga ini juga ikut.

Sementara Purnomo, tetangga terduga yang rumahnya berdempetan dengan kontrakan tersebut mengaku setiap pukul 12 malam ke atas, dari rumah Ahmad selalu muncul getaran disertai gemericik air. Meski merasakan hal.yang aneh, namun keluarga Purnomo tidak mengerti sumber getaran tersebut.

“Tidak tahu getarannya dari apa, tapi setelah getaran seperti sengatan listrik terus terdengar air gemericik. Kami sering melihat dia keluar rumah sekitar pukul tiga pagi. Namun, kalau pergi kemana kita juga tidak tahu. Untuk pekerjaan, dia selalu bilang kerja serabutan dan kerjanya di Magelang,” ujar Purnomo.

Hendak Shalat Subuh di Masjid

Selain di Kecamatan Godong, petugas juga menangkap seorang pria berinisial AS di Kunden, Wirosari. Dia ditangkap saat hendak shalat subuh di masjid. Saat ditangkap, AS tengah mengendarai sepedanya.

Penangkapan AS ini juga tidak diketahui warga setempat. Baru sekitar pukul 09.00 WIB di hari yang sama, warga baru mengetahui setelah Ketua RT setempat Syaiful didatangi petugas untuk menemani pencarian barang bukti di rumah terduga.

Sementara itu, Kasi Kesra Kecamatan Wirosari, Joko, membenarkan penangkapan terduga teroris di wilayah Kunden tersebut. Dari informasi yang diterima, istri AS mengatakan AS sempat melakukan makan sahur bersama.

“Selesai makan sahur langsung ke masjid untuk sholat subuh berjamaah di masjid,” kata sang istri.

Sementara itu, Kapolres Grobogan AKBP Choiron El Atiq melalui Bagian Humas membenarkan penangkapan terduga teroritas oleh Densus 88 Mabes Polri. Polres Grobogan hanya melakukan back-up keamanan terkait penangkapan tersebut.

Komentar

Berita Terbaru