oleh

Tradisi Klotekan, Keramaian Dihari Ramadhan

-LAIN-LAIN-206 views

Sangat Membantu Masyarakat Sahur

Di pemukiman padat penduduk, barisan kelompok anak-anak berusia 8-12 tahun membawa sejumlah peralatan seperti ember, kayu bambu panjang serta drum dari galon bekas. Mereka berjalan dari sebuah kampung sambil memukulkan ember dengan bambu tersebut membentuk irama sambil mengumandangkan teriakan sahur.

Para bocah ini berasal dari perkampungan Jetis Utara, Kecamatan Purwodadi. Mereka berjalan menyusuri pemukiman warga lingkungan tersebut. Meski terdengar berisik, namun mereka mempunyai tujuan yang sama yakni membangunkan warga untuk segera sahur.

Rifki, satu dari puluhan bocah tersebut mengatakan ia dan teman-temannya tidak bermaksud untuk berisik. Mereka hanya ingin membangunkan warga untuk makan sahur.

“Tidak ada niat bikin berisik. Justru kami ingin membangunkan warga agar segera sahur sebelum Imsak. Ini sudah ada sejak jaman saya kecil dan sebagai generasi penerus, kami meneruskan tradisi ini,” kata Rifki.

Beberapa warga langsung bangun dari tidurnya setelah dibangunkan para bocah tersebut. Mayoritas dari warga mengucapkan terima kasih sudah dibantu kelompok klotekan ini. Eko misalnya, sangat senang dengan kegiatan positif ini.

“Keluarga saya itu kalau sudah ketemu bantal malam hari langsung molor sampai pagi. Dengan momen Ramadan ini, kemudian ada anak-anak main klotekan kita apresiasi karena membantu kami bangun saat sahur tiba,” ujar Eko.

Sementara itu, Ketua RW setempat, Runtut mengungkapkan tradisi ini sudah ada turun temurun dan dilakukan saat menjelang sahur. Meski kecanggihan teknologi sudah semakin maju, pihaknya tetap mengizinkan anak-anak tersebut untuk melakukan klotekan di bulan Ramadan saat malam sahur.

“Kami tidak berisik. Malah kami berterima kasih sudah dibangunkan lewat teriakan sahur dari anak-anak ini. Hal ini karena sudah jadi tradisi di kampung kami,” tutup Runtut. (Hana)

Komentar

Berita Terbaru