oleh

Hidroponik, Cara Bercocok Tanam Yang Makin Digemari

Mungkin sebagian besar kita telah mengetahui apa dan bagaimana ber-Hidroponik itu. Dan sepertinya sekarang ini telah banyak yang menerapkan Teknik bercocok tanam tersebut untuk menanam berbagai macam tanaman, mulai dari tanaman hias, holtikultura hingga tanaman pangan lain. Menurut banyak praktisi, bercocok tanam secara hidroponik dapat mengasilkan kualitas tanaman yang bagus sekaligus menghemat kebutuhan air. Kunci dari semua itu adalah formula nutrisi yang diberikan, sehingga tanaman dapat tumbuh sesuai dengan harapan.

Greenhouse petani hidroponik kabupaten Grobogan

Terdapat banyak sekali system dalam hidroponik, mulai dari rakit apung yang sederhana dan hemat biaya hingga menggunakan gully yang lazim disebut system NFT dalam hidroponik yang mahal.

Mungkin saat ini system hidroponik masih banyak digunakan untuk tanaman sayur daun seperti bayam, kangkong hingga selada. Namun seiring dengan permintaan, tak menutup kemungkinan dapat dikembangkan lagi untuk tanaman yang lain.

Seperti yang juga sering kali kita saksikan pada berbagai media social di internet, hidroponik dapat juga digunakan untuk menanam padi, tomat hingga cabe. Selain diklaim dapat menghemat pemakaian air, tentu saja Teknik hidroponik ini juga tidak memerlukan biaya pengolahan tanah.

Petani Hidroponik di Kabupaten Grobogan

Dikabupaten Grobogan sendiri, masyarakat sudah mulai melirik cara tanam ini. Bahkan telah ada yang memfokuskan dirinya sebagai petani hidroponik, memang masih terbatas hanya untuk beberapa jenis sayuran daun dan buah. Namun dari tanaman hidroponik yang telah dikelola tersebut, sekarang para petani hidroponik di kabupaten Grobogan ini telah merasakan hasilnya.   

Beberapa jenis sayuran yang telah berhasil dihasilkan oleh petani hidroponik di kabupaten Grobogan ini antara lain adalah bayam, kangkung, selada, tomat, melon, sawi dan masih banyak lagi yang lainnya.

Tanaman selada petani hidroponik kabupaten Grobogan
Tanaman selada petani hidroponik kabupaten Grobogan

Sayuran dan buah hidroponik yang dihasilkan tersebut juga dipasarkan secara eksklusif, yaitu ditawarkaan sendiri pada konsumen. Harga jual yang diberikan juga masih sama dengan sayuran biasa, mengingat konsumen daerah sekitar yang masih sedikit.

Para petani Hidroponik di kabupaten Grobogan kini telah membentuk komunitas sebagai tempat untuk bertukar pengalaman seputar cara tanam Hidroponik, mulai dari cara semai hingga pemasaran.  

Persemaian selada salah satu petani Hidroponik kabupaten Grobogan
Persemaian selada salah satu petani Hidroponik kabupaten Grobogan

Dengan target meminimalisir penggunaan racun, seperti pestisida dan herbisida. Diharapkan produk komunitas ini berupa tanaman Hidroponik, dapat diterima oleh masyarakat luas, khususnya dikabupaten Grobogan.        

Komentar

Berita Terbaru