oleh

Kasus Belum Selesai, Ustad Maheer Meninggal Di Rutan Bareskrim

Jakarta – Tersangka ujaran kebencian dan penghinaan terhadap Habib Luthfi bin Yahya, S E yang lebih dikenal dengan nama Ustadz Maaher At Thuwailibi, dikabarkan telah meninggal dunia di Rutan Mabes Polri karena penyakit yang telah lama dideritanya. Ustadz Maaher terjerat kasus penghinaan terhadap ulama karismatik Nahdlatul Ulama Habib Luthfi bin Yahya, sekitar bulan Desember 2020 kemarin.

Berita meninggalnya Ustad Maheer dirutan bareskrim POLRI diperoleh dari keterangan kuasa hukumnya Djudju Purwantoro, pada Senin (8/2/2021). Ustadz Maaher meninggal sebagai tahanan kejaksaan yang dititipkan di Rutan Bareskrim Polri, sebagaimana keterangan dari Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Brigjen Slamet Uliandi, kepada wartawan.

Ustad Maheer

Pada awal penahanannya sekitar akhir Desember 2020, sang istri Iqlima Ayu mengajukan penangguhan penahanan. Namun upaya tersebut ditolak oleh polisi. Kemudian istri Ustadz Maaher mengungkapkan tentang kondisi kesehatan suaminya yang menurun. Iqlima juga meminta agar polisi memerikakan kondisi Ustadz Maaher ke rumah sakit.

Polisi kemudian membantarkan Ustadz Maaher ke RS Polri. Kondisi kesehatan Ustadz Maaher saat itu memang menurun. Ustad Maheer menderita penyakit di lambung

Dalam keterangan lebih lanjut, Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono menjelaskan bahwa sebelum berkas perkara tahap 2 diserahkan ke Kejaksaan, Ustad Maaher sudah mengeluh sakit. Dokter pada 20 Januari 2021 kemudian membawa Maaher untuk mendapat perawatan di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Setelah mendapatkan pengobatan, beliau sempat dinyatakan sembuh dan kembali ditahan di Rutan Bareskrim.

Komentar

Berita Terbaru